25 Mei 2018

Headline

Headline
Featured posts
Pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) yang terjadi di Malaysia, Rabu (9/5), kemarin dengan terpilihnya Mahathir Muhammad (92) sebagai perdana menteri tentunya menjadi sejarah baru dalam perpolitikan di negeri Jiran tersebut.
Keberuntungan bagi bangsa Indonesia memiliki Soekarno sebagai pendiri negara dengan konsep politik energi yang begitu jelas. Sikapnya anti imperialisme, sehinga ia sangat menjiwai pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang mana; ‘Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat’.
"Kasusnya menggantung di Kuningan (KPK) dan Trunojoyo (Polri). Ini tidak mungkin menggantung kalu tidak ada permainan high class. Rini begitu memanfaatkan kasus ini," tegasnya.
“Indonesia Darurat Terorisme”, begitulah kiasan yang tepat untuk menggambarkan kondisi republik ini. Bagaimana tidak! Dalam sepekan terdapat empat kejadian aksi teror yang menyebabkan adanya korban bahkan ada yang sampai kehilangan nyawa baik aparat, rakyat, dan pelaku teror itu sendiri.
Jika biaya kontestasi politik yang tinggi yang jadi masalah, maka tentu hal itu yang harus diselesaikan
“Dukungan akan signifikan ketika Capres berkomitmen atau menyetujui kontrak politiknya dengan gerakan buruh. Tetapi, kalau dari segi jumlah atau suara mungkin tidak. Akan tetapi, mendapat dukungan yang clear dari kekuatan itu , itu sudah memberikan satu kredibilitas buat Capres tersebut. Makannya dari yang aku liat, dari banyak  Capres yang ada , baru Prabowo Subianto yang sudah mendapatkan itu, dan itu sudah menang satu atau dua set dari Capres lain,dalam artian dia berani membuat kontrak politik dengan buruh,” ucap Hendrajit.
Seperti efek domino, bila pada awalnya salah perhitungan, akan memberi dampak kepada langkah selanjutnya. Bahkan bukan tidak mungkin menjadikan permasalahan semakin kusut. Barangkali kalimat singkat ini dapat menggambarkan keadaan program ambisius pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) berupa penambahan daya listrik sejumlah 35.000 Mega Watt (MW).
“Saya kira kalau Pilpres dua putaran, besar kemungkinan Jokowi akan kalah,” katanya. "Isunya, soal kemiskinan cukup seksi untuk diangkat. Contoh paling nyata terkait daya beli masyarakat yang menurun. Ibu-ibu ke pasar bawa uang Rp50 ribu itu enggak cukup. Ongkosnya untuk pulang pergi saja sudah berapa. Itu belum harga beras dan kebutuhan pokok lain yang melonjak naik," tambah Pangi menerangkan.
“Kalau mau kaya raya, jual lah racun Kalajengking,” begitulah saran Presiden Joko Widodo yang disampaikan dalam pidato kenegaraannya saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2018 Senin (30/4) pekan lalu. Publik pun tersentak heboh setelah pidato Presiden tersebut, pro dan kotra seketika muncul baik di dunia maya dan dunia nyata, dan bahkan tak sedikit mendapat tanggapan dari para petinggi negara.
 "Control oil and you control nations; control food and you control the people" (Kissinger)

Like Us

215,788FansSuka
1,083PengikutMengikuti
4,391PengikutMengikuti
18,890PengikutMengikuti
5,073PelangganBerlangganan

TERPOPULER