Taruna Akpol tewas ditangan senior. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Jenazah Mohammad Adam (21), salah satu taruna Akpol yang tewas diduga akibat dianiaya telah diautopsi tim medis Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, Jawa Tengah. Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Djarod Padavoka mengatakan, dari autopsi ditemukan penyebab kematian korban.

“Hasil autopsi sudah keluar. (Kematian) disebabkan kekurangan oksigen akibat luka paru-paru kanan dan kirinya,” kata dia, Jumat (19/5).

Sementara Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto menambahkan, pada Kamis malam, jasad korban telah dimakamkan. Pemeriksaan saksi-saksi kata dia juga terus dilakukan.

“Sampai hari ini sudah diperiksa sekitar 35 orang saksi-saksi. Tim Itwasum dan Divpropam sudah turun sebagai pemeriksa internal. Pidana ditangani Polda Jateng,” kata dia.

Bahkan besok (20/5), tim dari Kompolnas juga akan turun ke lokasi untuk menginvestigasi Akpol. Tujuannya untuk mencari tahu apakah yang dilakukan pendidik di sana sudah benar atau belum.

Saat disinggung soal keterlibatan anak jenderal dari 35 saksi yang kebanyakan taruna akpol itu, Setyo mengaku belum tahu.

“Sampai saat ini saya tidak ada laporan. Sampai saat ini (baru) saksi taruna,” tambahnya.

Mantan Wakabaintelkam Polri ini menambahkan, untuk mencari ada tidaknya tindak pidana, nanti dari hasil autopsi akan dikroscek dengan kesaksian para saksi.

“Apa yang dilihat, didengar. Nanti akan mengerucut, kemungkinan ada pelaku,” sambungnya.

Sementara untuk aturan, menurut Setyo di Akpol sudah ada aturan dari Gubernur Akpol yang mengatur tidak boleh lagi ada kekerasan di lingkungan pendidikan kepolisian.

“Khususnya di Akpol, jika ada pidana kekerasan itu melanggar aturan Gubernur Akpol. Jika pidana itu diatur dalam KUHP,” terang dia.

(Fadlan Syam Butho)

(Soemitro)