Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (tengah) tiba untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/4). Basuki diperiksa sebagai saksi dalam kasus tindak pidana korupsi penerimaan hadiah terkait proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun Anggaran 2016 dengan tersangka anggota Komisi V DPR Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pd/16.

Surabaya, Aktual,com-Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut peran arsitek pada pembangunan infrastruktur sangat penting.

Oleh karenanya, Basuki berharap desain infrastruktur seperti jembatan, bendungan, bangunan harus memiliki karakter dan bisa mewakili budaya sehingga menunjukkan ciri khas daerah setempat.

“Pembangunan infrastuktur harus bisa menunjukkan ciri khas budaya di daerah masing-masing karena karya arsitektural juga merupakan seni,” sebut Basuki pada Seminar Undang-Undang (UU) Arsitek di Gedung Rektorat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jatim, Sabtu (12/8).

Baca Juga :  Warga di Tujuh Desa Dievakuasi Akibat Peningkatan Status Sinabung

Basuki pun menyayangkan lantaran saat ini bangunan di beberapa daerah masih sedikit yang sesuai karakter, padahal Indonesia terdiri dari 741 suku bangsa sehingga sangat kaya terhadap karya arsitektural.

“Sekali lagi, itulah yang harus digali terus. Sekarang secara individual masih kreatif sendiri-sendiri. Karakter di sini hampir hilang, seperti di Jawa yang seharusnya Joglo kini jadi ruko. Yang masih tersisa salah satunya di Bukit Tinggi,” sebut Basuki.

Baca Juga :  MUI dan Ormas Islam di NTB Hasil Lima Sikap Terkait Ahok

Pembangunan infrastuktur sendiri kata Basuki tidak lepas dari hasil karya seorang arsitek yang merancang sebuah bangunan sehingga mampu berdiri dengan baik sesuai perencanaan.

“Ddi sinilah peran arsitek. Mereka harus menggali terus kemampuannya dan berharap yang terbaik sehingga mampu menaikkan daya saing. Karya arsitektur harus bisa mendukung konstruksi yang better,cheaper, faster,” sebut Basuki.

Baca Juga :  Banjir Terjang Tujuh Kecamatan di Sumbawa

“Saya mengapresiasi keterlibatan para arsitek dalam proyek nasional persiapan Asian Games ke-18 di Jakarta pada Oktober 2018. Ini merupakan panggilan merah putih bagi para arsitek terbaik ikut berperan menata kawasan dan renovasi komplek olahraga GBK” tukas Menteri Basuki.

(Dedy Kusnaedi)
BAGIKAN