Darodjatun Sanusi - Direktur Eksekutif GP Farmasi dan Majelis Kehormatan Ikatan Apoteker Indonesia, Jonathan Sudharta - CEO dan Founder Halodoc, dan Monica Oudang - Chief of Human Resources GO-JEK.

Jakarta, Aktual.com – Berdasarkan Castrol index, DKI Jakarta menempati urutan pertama tingkat kemacetan. Akibatnya, akses untuk kesehatan membutuhkan waktu yang lebih lama. Hal itulah yang menjadi inspirasi peluncuran aplikasi kesehatan Halodoc 2.0. Dengan aplikasi ini, masyarakat mudah membeli kebutuhan medis di berbagai apotek terpercaya yang ada di jaringan Halodoc, tanpa perlu keluar rumah atau kantor.

“Tujuan aplikasi ini adalah menyerdehanakan akses kesehatan. Siapapun, dimanapun mereka berada bisa dengan mudah berhubungan dengan dokter atau membeli kebutuhan medis lewat smartphone,” ujar CEO Holodoc, Jonathan Sidharta di Jakarta, Selasa (16/5).

Menurutnya, saat ini layanan contact doctor sudah tersedia 19.000 dokter yang bisa diajak berdiskusi oleh pengguna kapanpun. Sedangkan pharmacy delivery sudah ada 1.000 apotek di berbagai wilayah di Indonesia yang bergabung dengan Halodoc.

“Aplikasi Halodoc juga tersedia pada layanan aplikasi GO-JEK pada menu GO-MED. Integrasi layanan contact doctor dan layanan pharmacy delivery ini memudahkan pengguna tanpa menggonta-ganti aplikasi,” tambahnya.

Halodoc yang telah menggunakan versi 2.0 dengan dukungan 250 core ini lebih cepat dibandingkan versi sebelumnya. Selain itu, proses request pelanggan hingga ketersediaan layanan kesehatan lebih cepat dari versi sebelumnya.

“Semula membutuhkan 80 menit untuk mendapatkan layanan kesehatan. Namun sekarang cukup dengan 30 detik, layanan kesehatan baik dokter maupun kebutuhan farmasi langsung tersedia dengan harga terbaik dan tempat terdekat. Bahkan, kami berusaha untuk memberikan apotek 24 jam dalam radius 10 km. Sedangkan stok obat, langsung terkoneksi dengan inventori apotek,” jelasnya.

Pihaknya menjamin kualitas obat yang diberikan sesuai dengan peraturan terbaru dan dikontrol oleh apoteker. Termasuk melarang obat berjenis narkotika, obat aborsi atau obat-obatan berlabel hitam.

Chief of Human Resources GO-JEK, Monica Oudang menambahkan kolaborasi GO-JEK dan Halodoc memberikan kebutuhan medis dengan cepat dan mudah. Pengguna cukup meng-klik layanan GO-MED yang ada di aplikasi GO-JEK, kemudian akan diarahkan secara otomatis ke layanan pharmacy delivery yang ada di aplikasi Halodoc.

“Ada beberapa manfaat kolaborasi Gojek-Halodoc, pertama konsumen tidak perlu lama menghabiskan waktu untuk membeli obat. Kedua, mitra driver bisa mendapatkan tambahan penghasilan. Mitra bisa lebih sejahtera,” jelasnya.

Saat ini layanan gojek sudah ada 25 kota. Sedangkan untuk layanan Halodoc 2.0 dimulai dari Jakarta, Bogor, Depok dan Tangerang. Harapannya, kota lain akan segera mengikuti.

(Ismed Eka Kusuma)