Jakarta, Aktual.com – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan bahwa penegakan aturan di DKI bukan hanya pada mereka yang kecil dan lemah, penegakan aturan juga pada mereka yang kuat dan besar.

“Kita ingin pada semua pesan yang jelas bahwa penegakan aturan di DKI bukan hanya pada mereka yang kecil dan lemah. Penegakan aturan juga pada mereka yang kuat dan besar, semua yang berada di lingkungan Pemprov DKI harus taat pada aturan,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/3).

Dia mencontohkan bahwa seringkali kita menyaksikan pedagang – pedagang yang berjualan di trotoar di foto – fotonya diedarkan.

“Mereka memang melanggar aturan karena kebutuhan, tapi di belakangnya ada gedung tinggi. Gedung itu juga melanggar aturan karena menyedot air tanah tanpa mengikuti tata kelola ‘governance’ yang baik, mereka juga melanggar aturan. tapi kecenderungan kita adalah menegakan hukum pada mereka yang lemah dan melewatkan mereka yang besar,” kata Anies.

Padahal yang menyebabkan tanah di Jakarta turun adalah karena sedotan air yang luar biasa banyak di tempat itu, limbah yang terbuang tanpa dikelola, katanya.

“Karena itu kita tidak akan mentoleransi lagi. Tim ini akan bekerja melakukan razia dan pengawasan. Kita meminta seluruh pemilik dan pengelola gedung untuk taat dan kooperatif, karena timnya akan bekerja meminta informasi dan mengecek,” kata Gubernur.

Tim bekerja dengan meminta informasi dan mengecek, ada tempat-tempat yang kita tahu konsumsi dari PDAM itu relatif kecil dibandingkan dengan jumlah orang yang berada di tempat itu, katanya “Artinya ada sumber air lain yang digunakan dan sumber air lain itu justru tidak ada izinnya, tak terawasi,” kata Gubernur.

Timnya sudah siap dan ditangani dengan tuntas, namun penindakan tidak dilakukan hari ini. Hari ini adalah pemeriksaan, katanya.

“Sesudah itu kita meminta mereka melakukan perubahan, kita minta melakukan perbaikan , dan bila itu tidak jalan maka akan dilakukan penindakan,” kata Anies.

 

Ant.

(Zaenal Arifin)