Jakarta, Aktual.com – Gibraltar tidak akan menjadi korban Brexit dan mendapat jaminan dari pemerintah Inggris bahwa London tidak akan melakukan kesepakan perdagangan dengan Uni Eropa jika tidak melibatkan kawasan itu, kata menteri kepalanya, Minggu.

Masa depan Gibraltar, daerah kantong berbatu di ujung selatan Spanyol yang dikuasai oleh Inggris pada 1704, dan 30.000 penduduknya menjadi titik utama pertengkaran dalam negosiasi Brexit.

Baca Juga :  Perempuan Muslim di Inggris Hadapi Diskriminasi Jender dan Agama

Uni Eropa membuat kesal Inggris dan Gibraltar pada April dengan menawarkan hak veto kepada Spanyol atas hubungan pasca-Brexit di wilayah tersebut dengan blok tersebut.

Gibraltar, yang Spanyol inginkan kembali, memilih dengan kuat untuk tetap bersama Uni Eropa pada referendum tahun lalu namun berkomitmen untuk tetap bersama dengan Inggris.

Menteri Kepala Gibraltar Fabian Picardo mengatakan kepada Sky News bahwa dia telah memiliki “jaminan kuat” dari menteri Brexit Inggris David Davis bahwa pemerintah tidak akan melakukan kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa jika tidak termasuk Gibraltar.

Baca Juga :  Presiden Prancis Sentuh Keseimbangan Warga Minoritas

“Saya adalah tulang punggung negosiasi Gibraltar ini dan tulang punggung ini telah mencatat keberhasilan, kesepakatan yang tidak akan mudah digoyahkan. Kita bisa memiliki Perang Musim Panas, Perang Musim Gugur atau Perang Musim Dingin, jika Anda suka, tentang itu, tapi Gibraltar tidak akan mengubah posisinya, “katanya.

(Nebby)
1
2
3
BAGIKAN