Rizal Ramli

Jakarta, Aktual.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dianggap tak kreatif dalam menggenjot pendanaan. Setelah target pajak tak pernah tercapai, pemerintah cuma bisa menutupnya dengan kebijakan utang baru.

Padahal menurut ekonom senior Rizal Ramli ada cara yang lebih kreatif untuk mendongkrak pendanaan tanpa harus berutang yaitu skema sekuritisasi aset.

“Jadi, sekuritisasi aset itu bukan menjual aset. Itu skema untuk menarik investor, tapi kita bangai revenue-nya saja. Dan itu dijamin dengan underlying asset. Karena investor itu lebih tertarik untuk proyek yang sudah jadi,” jelas Rizal di Jakarta, Kamis (12/10).

Baca Juga :  Mendag Sikapi Santai Soal Relokasi Pro-Kontra Pasar Johar

Konsep sekuritisasi aset ini sangat tepat untuk mengincar dana-dana milik dari asosiasi dana pensiun yang mengelola banyak dana.

“Mereka itu punya dana tapi tak mau investasi ke proyek baru. Maunya ke proyek yang sudah eksis. Kalau baru risikonya itu tinggi. Makanya sekuritisasi aset ini jadi langkah yang tepat. Bukan bisanya cuma ngutang doang,” kata dia.

Baca Juga :  BPJS Ngotot Minta Iuran Pensiun Delapan Persen

Dengan cara itu maka untuk mendapat dana Rp100 triliun sudah gampang. Dan mereka itu dapat keuntungan dari revenue-nya.

(Andy Abdul Hamid)