Survei kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi- JK di bidang ekonomi. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Tiga tahun pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) ternyata pertumbuhan ekonominya berjalan stagnan dan terjebak dalam angka 5 persenan.

Ini sangat berbeda dengan negara-negara tetangga yang bertumbuh positif dengan tren yang meningkat. Bahkan beberapa negara seperti Vietnam bisa di atas 7 persenan. Dan Malaysia di atas 6 persenan.

“Indonesia jangan bangga di G20 sebagai negara dengan pertumbuhan tertinggi ketiga dengan 5 persen itu. Tapi dengan negara tetangga saja kita kalah. Jadi pertumbuhan 5 persen ini tak cukup bagi penduduk Indonesia,” tandas Direktur Eksekutif INDEF, Enny Sri Hartati di Jakarta, Kamis (7/12).

Baca Juga :  Perusahaan E-commerce Aladdin Dari Singapura Segera Merambah Pasar Indonesia

Makanya dengan pertumbuhahan ekonomi yang hanya 5 persenan itu, kata dia, jangan harap ada kesejahteraan hidup di Indonesia. Sebab, angka pertumbuhan itu tak sebanding dengam angka pertambahan jumlah penduduk di Indonesia.

“Rata-rata tenaga kerja baru itu pertumbuhannya 2 juta per tahun. Sehingga jika pertumbuhan ekonomi hanya 5 persen, maka yang bisa terserap itu hanya 200 ribu saja. Dan sisanya akan kemana? Bisa jadi beban perekonomian,” jelas dia.

Baca Juga :  Kunjungi Cirebon, Menteri Rini Tinjau Pabrik Gula Sindanglaut

Menurut Enny, jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi negara tetangga, hanya pertumbuhan ekonomi Brunei Darussalam yang bertumbuh rendah dan sempat minus. Tapi negara lain semu bertumbuh tinggi.

Lebih lanjut dia menegaskan, untuk Malaysia dari kuartal I di atas 5 persenan ke kuartal III-2017 menjadi 6 persen lebih. Untuk Thailand di periode yang sama itu dari dari 3 persenan menjadi hampir 5 persen, Singapura dari 2 persenan menjadi 5 persenan dan Vietnam juga alami lonjakan pertumbuhan dari kurtal I sebesar 5 persenan melonjak di kuartal-III 2017 jadi 7 persenan.

(Nebby)