Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto memberikan potongan tumpeng kepada Anggota Senior Fraksi Partai Golkar Hadi Soesilo Didampingi Sekretaris Fraksi Azis Syamsuddin dan Bendahara Fraksi Robert J Kardinal saat syukuran ulang Tahun Fraksi Partai Golkar Di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/2/2016). Syukuran ulang Tahun Fraksi Partai Golkar yang Ke - 48 ini jatuh pada tanggapan 13 Februari.

Jakarta, Aktual.com – Sejumlah nama mulai muncul jelang Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar untuk mencari sosok pengganti Ketua Umum Setya Novanto. Mulai dari Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, Aziz Syamsudin serta juga Pelaksana Tugas Ketua Umun Partai Golkar Idrus Marham.

Ketua DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu wilayah Sumatera III Aziz Syamsuddin yang namanya ikut disebut enggan berkomentar banyak mengenai rencana maju tersebut. Sebab menurutnya, belum ada kepastian waktu pelaksaan munas luar biasa.

Baca Juga :  MenpanRB Ancam Pecat PNS yang Terlibat Skandal Izin Tambang di Lumajang

“(soal pencalonan) Belum, masih nunggu putusan praperadilan. Surat-surat yang masuk ke DPD kemarin kan masih akan kita verifikasi. Kalau mekanisme dan sistem telah ada tentu berdasarkan hasil pleno tanggal 21 November itu kan kita akan pleno setelah putusan praperadilan,” ujar Aziz di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/12).

Karenanya, kata dia, meski sudah ada usulan resmi Munaslub dari 31 Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar, namun tidak kemudian langsung bisa dilakukan.

Baca Juga :  Soal Radikalisme Teroris, Wapres JK: Perlu Adanya Persatuan dan Kesatuan Seluruh Bangsa

“2/3 itu kan salah satu syarat. Bukan syarat mutlak. Syarat itu kan bersifat politik ini bukan hanya dasarnya 2/3 thok (saja). Dasarnya juga ada. Kan bisa juga nanti 2/3 DPD kabupaten/kota memplt DPD Provinsi misalnya. kan bisa bahaya ini organ partai ini,” kata Aziz.

Begitu pun terkait isu dirinya menjadi calon Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Ia mengaku masih menunggu penugasan partai baik untuk maju menjadi calon Ketua Umum Partai Golkar maupun calon Ketua DPR.

Baca Juga :  Ical Sebut Iuran Caketum Golkar Kurangi Politik Transaksional

“Saya tergantung perintah partai. Perintah partai suruh saya jadi anggota ya jadi anggota, mekanismenya tentu tergantung dari DPP Partai Golkar,” jelas Anggota Komisi III DPR ini.

(Nebby)
1
2
BAGIKAN