Cawagub DKI Jakarta, Sylviana Murni saat memberikan sambutan kepada komunitas Perempuan Asli Jakarta di Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/11/2016).Dalam acara ini, Perempuan Jakarta Agus-Sylvi (Asli) mengadakan konsolidasi terkait pilkada DKI Jakarta. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mempertanyakan satu hal kepada paslon nomor satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dalam Debat 1 Pilkada DKI Jakarta 2017 yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (13/1).

“Bagaimana cara mengoptimalkan Tim Pencarian Orang Asing (Timpora) agar warga DKI tidak kalah dengan mereka yang datang dari luar Jakarta ?,” tanya Anies kepada pasangam Agus-Sylvi.

Pertanyaan tersebut langsung disambar calon wakil gubernur DKI Jakarta, Sylviana Murni. Ia mengatakan akan memberikan bantuan langsung sementara dengan memberikan modal kepada masyarakat untuk membuat sebuah usaha dengan tujuan membuat lapangan kerja baru.

“Itulah mengapa kita ingin melakukan pemberdayaan masyarakat. Saya pernah ke Muara Kamal, mereka bingung pekerjaan tidak ada. Saya lihat setumpuk kerang hijau, saya katakan InsyaAllah apabila amanat itu sampai kepada kami, kami akan bantu dengan Modal Bergilir sebagai modal usaha. Saya yakin lapangan kerja makin luas,” ungkap curahan hati Sylvi menanggapi pertanyaan Anies.

Namun, jawaban tersebut dirasa tidak masuk dalam substansi yang ditanyakan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

“Jawaban ibu (Sylvi) menarik, tapi enggak nyambung,” kata Anies diikuti sorak dan tawa penonton yang hadir.

Menurut Anies, sebagai birokrat tentunya Sylvi paham betul soal administrasi kependudukan dalam pemerintahan. Ia menilai perlu peran dari RT/RW untuk melakukan pengawasan melekat dan memfiling dokumen-dokumen bagi pendatang baru yang mengambil manfaat dan merugikan di Jakarta.

“Pertanyaannya bagaimana kita mengoptimalkan timpora. Jakarta begitu banyak orang yang datang. Ibu Sylvi berada di birokrasi seharusnya mengetahui ini semua,” jelas Anies.

Sylvi pun beralibi bahwa jawabannya tersebut merupakan pendahuluan saja. “Saya punya segmen. Saya jawab dulu tentang kesempatan kerja maka saya jawab soal lapangan pekerjaan,”

“Pengawasan orang asing ? Saya mantan Kepala Dinas Kependudukan DKI Jakarta. Saya tau bagaimana dokumen kependudukan penting untuk diawasi,”

Ia melanjutkan, nantinya pengawasan terhadap orang asing akan diperketat. Dimana, selain memanfaatkan e-KTP, pihaknya juga mengeluarkan Kartu Satu Jakarta yang akan menyimpan dokumen kependudukan. Itu, kata dia, bisa diakses melalui kartu berwarna kuning emas tersebut.

“Kita punya elektronik KTP, kita lakukan hal yang sama. Kita punya kartu 1 Jakarta. Semua dokumen bisa dilihat disitu,” pungkas Sylvi sembari menunjukkan kartu berwarna kuning.

(Nailin Insa)

Artikel ini ditulis oleh: