????????????????????????????????????

Jakarta, Aktual.com — Wayang Kulit semakin dikenal di negara Meksiko. Kesenian yang menggabungkan seni teater musik dan keahlian memainkan wayang atau boneka tersebut lambat laun semakin dikenal di negeri sombrero itu.

Sejak tahun 2014 grup kesenian Gamelan Barudak yang merupakan bagian dari komunitas pecinta kesenian dan kebudayaan Indonesia Indra Swara (www.indraswara.org) mulai menampilkan seni wayang kulit dalam pertunjukannya.

Tahun ini seni wayang kulit Indonesia juga mendapat tempat dalam pertemuan dan seminar nasional pekerja seni wayang dan boneka Meksiko. Tampil dalam kesempatan tersebut Fitra Ismu Kusumo sebagai pendiri komunitas seni Indra Swara memaparkan tentang seni wayang dan betapa seni wayang dan cerita cerita wayang telah mendarah daging ke dalam berbagai kegiatan bermasyarakat di indonesia.

Setelah menjadi bagian dalam perkumpulan nacional pekerja seni wayang dan boneka Meksiko, seni wayang kulit juga ditampilkan di Museum Nacional Meksiko dalam rangkaian ulang tahun museum nacional tersebut ke-50.

Sekedar informasi, Museum nasional merupakan sebuah gedung yang didirikan tahun 1734 silam, sebagai pabrik uang meksiko. Di tahun 1865 bangunan ini ditetapkan sebagai museum sejarah dan arkeologi nacional oleh pemerintah kolonial Prancis.

Sehingga merupakan salah satu museum pertama di benua Amerika. Dan, pada tahun 1965 bangunan ini dinobatkan sebagai museum nasional oleh pemerintah Meksiko.

Salah satu yang unik dalam pertunjukan wayang kali ini adalah digunakannya penerjemah bahasa isyarat. Menurut Mas Fitra Ismu pendiri komunitas indra swara dan sekaligus Direktur grup gamelan barudak, ini merupakan pengalaman pertama bagi indra swara dan gamelan barudak, sebuah pertunjukan wayang dan kemudian di samping layar terdapat penerjemah bahasanya isyarat untuk penonton tuna rungu dan tuna wicara.

Mas Fitra Ismu menceritakan, bahwa jauh hari sudah diinformasikan oleh CONACULTA (dewan kebudayaan dan seni Nasional Meksiko) yang mengambil kebijakan inklusive terhadap orang dengan kemampuan lain ( dalam hal ini tuna rungu dan tuna wicara) sehingga museum wajib menyediakan penerjemah bagi orang orang berkemampuan lain tersebut.

Sungguh unik dan merupakan pengalaman pertama, melihat pertunjukan wayang diterjemahkan secara simultan oleh penerjemah bahasa isyarat.

Lakon wayang yang dipilih kali ini oleh grup gamelan barudak adalah cerita dongeng bawang merah bawang putih (di adaptasi dengan sebutan la bufanda roja) dan cerita timun mas (diadaptasi dengan sebutan el pepino dorado) dan tentu saja di tampilkan dalam bahasa spanyol.

Tampak pengunjung antusias menonton sehingga ruangan penuh sesak, dan setelah pertunjukan pun banyak penonton yang penasaran tidak hanya dengan alat musik gamelan tapi banyak penonton yang ingin tahu dan ingin melihat lebih dekat keindahan wayang wayang kulit yang ditampilkan.

Acara ini terselenggara berkat dukungan Kementerian Pendidikan Meksiko (SEP), Dewan Kebudayaan dan Seni Nacional Meksiko (Conaculta) serta Institut Nasional Antropologi dan sejarah (INAH) dan tentu saja Museum Nasional atau Museo Nacional de las Culturas (MNC). Indra Swara di laman www.indraswara.org dan Gamelan barudak adalah wadah perkumpulan warga Meksiko pecinta budaya dan tradisi Indonesia.

()