Jakarta, Aktual.com – Carut marut kehidupan zaman sekarang sangatlah mempengaruhi fikiran kita. Persaingan ekonomi dan tuntutan mengikuti perkembangan zaman seolah cambuk kuda yang dipegang pengemudi delman.

Beban kebutuhan yang seolah meningkat serta keperluan untuk memantaskan diri dalam sebuah komunitas seolah menjadi gerobak penuh muatan yang tertambat ke punggung kita. Belum lagi gelombang fitnah dan kebohongan yang semakin merajalela yang semakin sulit untuk di bendung, karena berbagai kepentingan baik pribadi kelompok atau golongan.

Pada hakikatnya manusia membutuhkan keseimbangan hidup. Pikiran dan kesibukan haruslah seimbang agar tidak terjadi stress ataupun terlalu kelelahan. Untuk itu perlu sekali melakukan penyegaran baik fisik ataupun pikiran. Dan yang lebih penting adalah menetralisir permasalahan dunia serta menjauhi maksiat.

Salah satu hal yang sangat mungkin dilakukan untuk hal diatas adalah uzlah atau kholwat atau mengasingkan diri untuk memperbanyak ibadah kepada Allah Swt. Dalil-dalil yang menganjurkan untuk uzlah (mengasingkan diri). Diantaranya sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:

قال رجلٌ : أيُّ الناسِ أفضلُ ؟ يا رسولَ اللهِ ! قال ( مؤمنٌ يجاهد بنفسِه ومالِه في سبيلِ اللهِ ) قال : ثم من ؟ قال ( ثم رجلٌ مُعتزلٌ في شِعبٍ من الشِّعابِ . يعبد ربَّه ويدَعُ الناسَ من شرِّه

Artinya: “Seseorang bertanya kepada Nabi Saw: ‘siapakah manusia yang paling utama wahai Rasulullah?’ Nabi Saw menjawab: ‘Orang yang berjihad dengan jiwanya dan hartanya di jalan Allah Swt’. Lelaki tadi bertanya lagi: ‘lalu siapa?’. Nabi Saw menjawab: ‘Lalu orang yang mengasingkan diri di lembah-lembah demi untuk menyembah Rabb-nya dan menjauhkan diri dari kebobrokan masyarakat’” (HR. Al Bukhari 7087, Muslim 143).

(Andy Abdul Hamid)