Daya Beli Masyarakat Turun (Istimewa)

Jakarta, Aktual.com – Pertumbuhan ekonomi saat ini kendati masih ditopang oleh sektor konsumsi rumah tangga yang tertinggi, cuma trennya mulai melemah. Sehingga ke depan, pemerintah akan lebih mengandalkan laju investasi yang mulai membaik.

Menurut ekonom senior, Destry Damayanti, pemerintah saat ini tengah mengarahkan investasi sebagai komponen utama untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dari sebelumnya lebih besar disumbang konsumsi rumah tangga.

“Jadi ada dorongan dari pemerintah untuk menggeser konsumsi ke investasi. Sehingga, sekarang APBN akan lebih mengarah ke sektor produktif dibanding konsumtif dengan mengandalkan investaai itu,” ujar Destry di Jakarta, Selasa (14/11).

Baca Juga :  Disaksikan Jokowi dan Raja Salman, RI-KSA Tandatangani 10 Kesepakatan Kerja Sama

Investasi yang akan meningkat juga, kata dia, akibat perlambatan ekonomi dari China dalam tiga tahun terakhir dan masih akan terjadi di tahun depan. Kendati kondisi itu perlambatan ekonomi China akan mengganggu perekonomian Indonesia, namun sisi baiknya akan banyak investor yang masuk.

“Memang China akan mendorong investasi keluar, karena mereka tetap mencari peluang. Selama tidak ada muatan politis, hal itu bagus bagi Indonesia,” kata Destry.

Baca Juga :  Jokowi ke Eropa, Kadin: RI-Jerman Sepakati Kerja Sama Bernilai USD875 Juta

Dia menambahkan, peringkat investment grade yang dimiliki Indonesia juga akan menjadi sentimen positif bagi komponen investasi. Mestinya laju inveatasi akan lebih baik lagi.

“Tetapi masalahnya, tindak korupsi masih menjadi penghalang utama kegiatan investasi di dalam negeri,” kata dia.

Terkait masalah konsumsi domestik atau daya beli di tahun depan, Destry memperkirakan, dengan adanya tensi politik di 2018 juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di tataran masyarakat menengah ke bawah yang mengalami peningkatan konsumsi.

Baca Juga :  Indef: Daya Beli Masih Anjlok, Celakanya Inflasi Lebih Tinggi dari Kenaikan Upah

Lebih lanjut dia juga menegaskan soal ekonomi domeatik yang mengandalkan basis komoditas, maka Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tengah digenjot saat ini akan lebih banyak bersumber dari komoditas.

“Belakangan ini harga komoditas naik dan mestinya akan memicu penerimaan negara kita,” katanya.

(Reporter: Busthomi)

(Ismed Eka Kusuma)