Pedagang sayur di Pangkalpinang merugi. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Seiring lesunya daya beli masyarakat atau konsumsi rumah tangga, maka laju pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2017 masih tetap rendah, tak ada gebrakan yang istimewa dari pemerintah.

Menurut ekonom muda Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara, pada kuartal III-2017 ini, pertumbuhan ekonomi diprediksi tumbuh tak lebih dari 5% bahkan mau capai 5,1% saja sudah agak susah. Hal ini karena ditopang oleh belanja pemerintah.

Baca Juga :  Kemenkop Dorong UKM Menjajahi Pasar Global

“Ini hal yang wajar belanja pemerintah tinggi. Karena ada pergeseran belanja pemerintah dari seharusnya keluar di kuartal II menjadi baru keluar di kuartal III. Jadi cuma dampak belanja pemerintah yang molor,” tandas dia, kepada Aktual.com, di Jakarta, Kamis (12/10).

Justru dengan pertumbuhan ekonomi yang seperti itu, masalah penting yang perlu dicermati adalah pertumbuhan konsumsi rumah tangga atau daya beli masyarakat sampai kuartal IV-2017 masih akan lesu.

Baca Juga :  Indosat Ooredoo Run Berlari 50K Secara Virtual

“Ini menandakan bahwa pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun pun terancam tak bisa di angka 5,1% dari target pemerintah. Karena pemerintahan di era Jokowi ini masih menyusahkan,” kata dia.

(Andy Abdul Hamid)