Jakarta, Aktual.com – Pewarta semestinya lebih peka dan tidak berlebihan dalam melakukan peliputan aksi terorisme agar tidak menimbulkan kepanikan masyarakat.

“Diperlukan kepekaan jurnalistik untuk mana yang boleh atau tidak, di luar kode etik, ada di hati nurani wartawan,” kata Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dalam diskusi Forum Media Barat 9 di Gedung Kominfo, Jakarta, Rabu (16/5).

Media massa adalah oksigen untuk tindakan terorisme, kata Yosep, karena unsur kejut yang diberikan aksi teror akan membesar dengan pemberitaan media.

Selain meminta media tidak memberitakan aksi teror secara berulang-ulang sehingga menimbulkan efek mencekam, Dewan Pers juga mengingatkan untuk selalu melakukan verifikasi dan klarifikasi saat menerima suatu informasi.

Untuk itu dia mengingatkan media massa agar berhati-hati dalam peliputan terorisme sehingga jangan sampai pesan terorisme yang ingin menebar ketakutan tersampaikan ke masyarakat.

Ia pun menyayangkan adanya peliputan yang kurang bijaksana seperti memaparkan korban selamat yang dapat mengancam keselamatannya serta pendapat tetangga atau saudara mengenai kehidupan sehari-hari terduga teroris.