Jakarta, Aktual.com – Sekretaris Jenderal China Institute of International Studies (CIIS) Yang Yi, mengatakan, pemerintah Republik Rakyat China telah mengambil sejumlah kebijakan guna memperkuat pondasi ekonomi dan politik, khususnya dalam peningkatan kerja sama di kawasan.

“Tiongkok bangun pondasi dengan menginisiasi sejumlah kerja sama kawasan. Salah satunya, One Belt One Road (OBOR) untuk meningkatkan konektivitas, perdagangan, keuangan di kawasan Asia hingga Afrika,” kata Yang Yi, saat menjadi pembicara dalam ‘Jakarta Geopolitical Forum’ yang digelar Lemhanas di, Jakarta, Jumat (19/5).

Baca Juga :  Filipina Akan Ganti Nama Satu Wilayah Laut karena Takut Direbut China

Pondasi yang dibangun dalam bidang politik dengan terus membangun kemitraan melalui dialog di kawasan. Selanjutnya, dengan memperbaharui lima mekanisme multilateral yang sudah ada.

Di bidang keamanan, sebagaimana disampaikan Presiden Xi Jinping tahun 2014, Tiongkok berkomitmen memperbaiki kerangka kerja sama keamanan regional.

“Titik beratnya dengan mengedepankan keamanan bersama, terpadu, kooperatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga :  Utang ke China Meroket, Komisi XI: Saya Khawatir Besok Bangun Negara Sudah Tergadai

Sementara itu, di bidang ekonomi, Tiongkok tetap akan membuka kemungkinan kerja sama dengan Amerika Serikat (AS).

“Presiden Xi dan Presiden AS, Donald Trump telah bertemu. Mereka membuat konsensus untuk meningkatkan keamanan stabilitas dunia, kerja sama ekonomi, perdagangan, militer dan manusia dengan manusia,” tuturnya.

 

Ant.

(Zaenal Arifin)