Semarang, Aktual.com – Calon Wakil Wali Kota Semarang yang diusung PDI-Perjuangan, Hevearita G Rahayu, kembali digoyang isu korupsi.

Puluhan massa dari Aliansi LSM Anti Koruptor (Aligator) menolak mantan Direktur Utama PT Sarana Patra Hulu Cepu itu sebagai kepala daerah Kota Semarang. Hevearita dianggap memiliki rekam jejak buruk dalam mengelola perusahaan pelat merah tersebut.

“Rekam jejak Hevearita telah gagal mengelola PT. SPHC sebagai anak perusahaan pT SPJT milik Pemprov Jateng,” kata koordinator aksi, Sucipto, saat berorasi di depan kantor KPU Kota Semarang, Kamis (6/8).

Ia mengungkapan, saat itu Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan dugaan korupsi di tubuh PT SPHC pada tahun 2011-2012 saat pernah dipimpin Hevearita.

Aligator mengajak masyarakat Kota Semarang tidak memilih pemimpin terindikasi korupsi. “Partai politik harus segera menarik Hevearita, calon Wakil yang tidak berkualitas,” ujar Sucipto.

Kata dia, majunya Hevearita menjadi bukti parpol di Kota Semarang alami krisis kepemimpinan. “Sebagai pemilih yang cerdas, kita akan mengawal Pilkada berintegitas,” ucap dia.

Meski demikian, aksi yang diikuti sekitar 30 orang ini kemungkinan tidak ditanggapi serius KPU Kota Semarang.

Saat dikonfirmasi, Ketua KPU Kota Semarang, Henry Wahyono, menyatakan Hevearita sudah memenuhi syarat sebagai calon Wakil Wali Kota.

Berkas yang bersangkutan juga dianggap sudah sesuai ketentuan. Ditegaskan Henry, KPU memeriksa berkas atas dasar peraturan KPU. “Bukan berdasar penolakan pendemo,” ujar dia, Kamis (6/8).

Hevearita maju menjadi calon Wakil Wali Kota Semarang berpasangan dengan Hendrar Prihadi. Selain diusung PDI-P, dia juga diusung Partai Demokrat dan Partai Nasional Demokrat.

Artikel ini ditulis oleh: