BAGIKAN

Jakarta, Aktual.com – Ketua DPR Setya Novanto mengaku tidak pernah puas dengan kinerja Badan Keahlian Dewan (BKD). Pasalnya, Badan Keahlian yang bertugas mendukung kelancaran pelaksanaan wewenang dan tugas DPR itu selalu teoritis sehingga hasil masukannya tidak terpakai.

Menurutnya, BKD sudah membuat banyak kajian ilmiah tapi tidak melihat kenyataan dan perkembangan yang terjadi.

“Kalau saya sampaikan teori, orang yang mendengar pidato atau paparan langsung tidur. Berarti BKD harus kerjasama dengan komisi-komisi dan melihat kenyataan dan data-data yang ada. BKD harus tanggap dengan dinamika dan peristiwa dan dengan cepat dibuat kajian,” ujar Novanto dalam pertemuan dengan Kepala Badan Keahlian DPR Johnson Rajagukguk dan para Kepala Pusat Kajian di Ruang KK I Gedung Nusantara, Kamis (20/4).

Karena itu, lanjutnya, harus ada strategi yang dilakukan seperti mengetahui data-data dari departemen atau instansi yang ada. Misalnya kajian soal energi diperkuat data, termasuk komisi di DPR ataupun kementerian yang menanganinya. “Jadi substansi datanya ada, bukan hanya teori,” sebutnya.

Ketua umum Partai Golkar itu juga ingin ada evaluasi atas BKD dan hasil-hasil kerjanya. Misalnya ketika DPR bertemu presiden, Pusat Kajian Anggaran menyiapkan presentasi tentang masalah pertumbuhan ekonomi, defisit anggaran, inflasi, angka pengangguran sampai kajian visi negara kesejahteraan dari 2025, 2035 sampai visi 2045.

“Saya kagum, DPR yang mengeluarkan UU, menyusun anggaran dan melakukan pengawassan, tapi malah Presiden memiliki data yang luar biasa. Saya tekankan BKD membuat kajian masalah UU bagaimana evaluasinya, kenapa sering digugat dan kalah di MA,” tukasnya.

Novanto menambahkan, pimpinan DPR sebenarnya tidak perlu berpikir lebih rinci manakala dukungan keahlian BKD kuat. Untuk itu dia berjanji bersama pimpinan lDPR lainnya untuk memperkuat BKD.

“Pimpinan DPR mendukung agar BKD makin diperkuat baik sarana dan prasarana serta anggaran yang diperlukan. Saya sudah panggil Sekjen dan meminta dibantu betul, sebab BKD merupakan embrio, coba para Kapus buat gebrakan,” tegasnya.

Kepala BKD Johnson Rajagukguk menjelaskan, pihaknya dalam waktu dekat akan membentuk kelompok pakar yang nanti bisa memberikan dukungan sekaligus membimbing pegawai yang muda-muda. Johnson mengaku sudah hubungi Prof Bomer Pasaribu yang bersedia untuk berbagi ilmu kepada para tenaga ahli DPR.

Kerja sama juga dilakukan beberapa universitas di Indonesia. BKD juga menjalin kerja sama dengan Kedutaan Besar Belanda guna mengirim 14 tenaga ahli ke negeri kincir angin itu untuk belajar tentang teknik perundang-undangan dan menyusun norma UU.

Laporan: Nailin In Saroh

 

(Andy Abdul Hamid)