Denpasar, Aktual.com – Kepala Kantor BPJS Wilayah Bali Nusa Tenggara Papua (Kanwil Banuspa), Kuswahyudi, menyatakan BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat tambahan kepada peserta melalui program Co-Marketing dan program perumahan kepada pekerja.

Berbicara di sela-sela kegiatan Press gathering Kanwil Banuspa, Jumat (19/5), ia mengatakan bahwa program Co-Marketing merupakan manfaat tambahan bagi peserta. Dimana peserta mendapat keuntungan tambahan dengan potongan harga atau diskon pada beberapa tenant, merchant ataupun produk jasa lainnya yang telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Program ini terlaksana bentuk kerja sama promosi dan penjualan dari produk atau jasa yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Dari kerja sama ini diharapkan dapat menguntungkan seluruh peserta baik tenaga kerja maupun perusahaan.

“Jadi, kalau dulu kartu BPJS Ketenagakerjaan awalnya hanya untuk mengklaim jaminan, sekarang bisa digunakan untuk potongan harga. Misalnya di hotel, perbelanjaan pesawat hingga jasa servis motor,” ujar Kuswahyudi.

Baca Juga :  Inovasi Diperlukan Untuk Meningkatkan Kepersertaan Tenaga Kerja

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banuspa, sampai April 2017 kanwil Banuspa telah memiliki 28 merchant yang bekerjasama dengan program Co-Marketing. Kerja sama ini tersebar di seluruh wilayah kanwil Banuspa mulai dari Bali Nusa Tenggara dan Papua.

Selain itu, pada tahun ini BPJS Ketenagakerjaan memberikan program fasilitas pembiayaan perumahan. Menurut Kuswahyudi, program fasilitas pembiayaan perumahan ini merupakan perwujudan dari MLT, sekaligus juga untuk mendukung program satu juta rumah dari pemerintah.

“Kami berusaha membantu pekerja memiliki rumah yang layak melalui fasilitas pembiayaan dengan tingkat bunga yang sangat terjangkau sepanjang masa pinjaman. Kami harap fasilitas ini akan meningkatkan kesadaran pekerja dan pengusaha tentang program BPJS Ketenagakerjaan,” harapnya.

Kerja sama yang dilakukan dengan Perbankan ini juga tidak hanya mencakup pinjaman untuk memiliki rumah saja. Namun juga pinjaman dana untuk biaya renovasi rumah dan kredit konstruksi bagi pengembang perumahan yang membangun perumahan, baik susun maupun rumah tapak, untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Baca Juga :  Lima Napi yang Kabur Ditetapkan DPO

“MLT yang disediakan BPJS Ketenagakerjaan kepada pesertanya terdiri dari empat jenis yaitu KPR, Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP) dan Kredit Konstruksi bagi pengembang prroperti,” ungkap Kuswahyudi.

Menjadi peserta aktif selama minimal satu tahun merupakan salah satu persyaratan umum bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ingin mendapatkan pinjaman ini.

Persyaratan umum lainnya antara lain pekerja belum pernah memiliki rumah, pinjaman perumahan yang diajukan peserta merupakan rumah pertama, harga rumah maksimal Rp 500 juta, pinjaman renovasi maksimal Rp50 juta dan telah lolos verifikasi Perbankan sebagai syarat penerima kredit perumahan.

Baca Juga :  Polisi Kantongi Identitas Pembantai Keluarga

Peserta cukup datang ke kantor cabang bank penyalur yang telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dengan membawa dokumen yang dibutuhkan. Setelah selesai proses kelayakan kredit, bank penyalur akan mengkonfirmasi kepada BPJS Ketenagakerjaan mengenai status kepesertaan peserta yang kemudian setelah terverifikasi masuk dalam kualifikasi.

“Nanti pihak perbankan akan melanjutkan proses pencairan dana pinjaman,” ungkap Kuswahyudi.

Kuswahyudi menyampaikan fasilitas pembiayaan perumahan ini juga melengkapi manfaat lainnya yang telah diberikan untuk peserta seperti pemberian diskon pada pekerja untuk produk kebutuhan pekerja pada merchant mitra kerja sama.

“Kami serukan kepada para pekerja maupun perusahaan, segeralah bergabung dengan kami. Kami akan terus berusaha melindungi dan berinovasi menyediakan kemudahan hidup untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja,” pungkasnya.

(Bobby Andalan)

()