Lubukbasung, Aktual.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Agam, Sumatera Barat, menemukan dua titik lokasi sebaran populasi bunga raflesia pada pinggir Danau Maninjau, tempatnya di Data Simpang Dingin, Nagari Paninjau.

Kepala BKSDA Resort Agam, Syahrial Tanjung didampingi Pengendali Ekosistem Hutan Ade Putra, mengatakan dua titik lokasi sebaran populasi bunga langka itu ditemukan saat tim dari BKSDA Resort Agam dan mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) menelusuri wilayah Kecamatan Tanjungraya itu pada Selasa (31/7) .

Ia menjelaskan, titik pertama berada di kaki bukit yang berbatasan dengan Hutan Cagar Alam Maninjau. Di lokasi ini, tim menemukan kelompok knop bunga raflesia dengan bentuk unik.

Kelompok individu berjumlah 21 knop itu hidup menempel pada inangnya berupa akar tetrastigma yang tergantung pada batang pohon, sehingga membentuk rangkaian menyerupai buah salak.

“Di lokasi ini kami juga menemukan bunga langka rhizanthes deceptor yang mekar beserta knopnya. Kami juga menemukan puluhan vegetatif bunga bangkai atau Amorphophallus,” tegasnya di Lubukbasung, Rabu (1/8).

Sementara titik kedua, berada tidak jauh dari lokasi pembukaan jalan Nagari Paninjauan dan menemukan kelompok bunga rafflesia.

Di lokasi tersebut, tim menemukan satu individu yang mekar pada hari kelima dengan diameter 90 centimeter dan empat knop lainnya.

Jenis bunga itu diduga Raflesia Arnoldii, terlihat dari warna kelopaknya yang berwarna merah maron dengan bintik putih berukuran relatif besar.

Pada Rabu (1/8), tim kembali melanjutkan menelusuri lokasi untuk melakukan perluasana area explorasi populasi tumbuhan bunga langka di sepanjang kaki bukit yang mengelilingi danau tersebut.

“Mengingat dari tanda-tanda di lapangan diduga masih terdapat beberapa titik sebaran populasi bunga itu,” katanya.

Kedua lokasi ini akan dijadikan sebagai lokasi wisata alam dan pengembangan akan diserangkaikan dengan lokasi bunga rafflesia di Jorong Data Sungai Taleh, Nagari Baringing, Kecamatan Palembayan, karena lokasi tidak begitu jauh.

“Wacana ini akan kita sampaikan ke pemerintah setempat,” tambahnya.

Dengan temuan itu, Agam kini memiliki 12 titik sebaran rafesia.

Sebelumnya juga menemukan lokasi tumbuhnya bunga raflesia di Data Sungai Taleh, Nagari Baringing, Kecamatan Palembayan, Marambuang Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kelok 32 dan Kelok 35 Nagari Matur Mudik, Kecamatan Matur.

Lalu di Batang Palupuh Kecamatan Palupuh, Salo Kecamatan Baso, Sigiran Kecamatan Malalak, Kamang Mudik Kecamatan Tilatangkamang, Sigiran Kecamatan Tanjungraya.

Mahasiswa Fakultas Kehutanan UMSB, Rusdi, mengatakan ini merupakan pengalaman pertamanya bersama tiga orang temannya melihat secara langsung bunga itu dalam kondisi mekar, busuk maupun berupa knop.

“Kami belum pernah melihat secara langsung bunga langka ini,” katanya.

 

Ant.

Artikel ini ditulis oleh: