Presiden Ke 3 Prof. Dr-Ing Bacharuddin jusuf Habibie saat menghadiri Rapat Pleno dengan Lembaga Pengkajian MPR RI di Ruang GBHN, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/8). Rapat Pleno dengan membahas tema "Proses Transformasi Pembelajaran Karakter Bangsa Sebagai Implementasi Pasal 31 ayat 3 dan Pasal 32 UUD NRI Tahun 1945". AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Kondisi kesehatan Presiden ke-3 RI BJ Habibie semakin membaik dan melakukan pemasangan mitraclip untuk penanganan masalah jantung yang alaminya.

Informasi dari siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu menyebutkan prosedur pemasangan mitraclip tersebut berlangsung pada Rabu (14/3) pukul 08.00 waktu setempat atau pukul 14.00 WIB.

MitraClip adalah klip kecil yang menangkap selebaran dari katup mitral untuk membuat dua lubang kecil di katup bocor. Prosedur tersebut dilakukan tanpa operasi tapi melalui kateter.

Pemasangan mitraclip tersebut dilakukan oleh tim dokter spesialis terbaik se-Eropa.

Prosedur tersebut dilakukan setelah proses pemeriksaan dan pengawasan medis sejak Selasa (27/2) di Stanberg berjalan lancar.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan The Habibie Center tersebut juga menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas dukungan Presiden Joko Widodo dan seluruh rakyat Indonesia.

Hamparan doa untuk Presiden ke 3 Bachruddin Jusuf (BJ) Habibie tak hanya datang dari masyarakat Indonesia. Doa juga dipanjatkan anak-anak Gaza yang merupakan santri Rumah Tahfizh Daarul Quran Gaza, Palestina.

Meski kondisi BJ Habibie mulai membaik, namun ahli pesawat terbang itu masih harus menjalani sejumlah pemeriksaan di rumah sakit Munchen, Jerman setelah mengalami kebocoran klep jantung.

“Doa Kami untuk Pak H. Habibie, Lekas Sembuh Eyang, Salam Sayang Santri Daarul Quran Palestina,” begitulah lantunan doa yang dipanjatkan puluhan santri Rumah Tahfizh Daarul Qur’an untuk kesembuhan BJ Habibie.

Kondisi Palestina yang masih bergejolak tak menyurutkan semangat anak-anak Gaza untuk terus menghafal Alqur’an. Mereka sadar, kekuatan Palestina bukan terletak pada  fisik dan persenjataan tapi melalui cinta pada Alqur’an.

“Hingga kini Daarul Qur’an Gaza Palestina tetap eksis dengan aktifitas memperbanyak hafalan Qur’an dan mengadakan kajian rutin tafsir Alqur’an. Bahkan hampir setiap bulan selalu digelar wisuda sederhana bagi santri yang berhasil menghafal Qur’an 15 Juz hingga 30 Juz,” ujar Ketua Daarul Qur’an Gaza, Abdillah Onim.