Ribuan mahasiswa dari berbagai Universitas yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia melakukan aksi long march menuju Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (20/10/2017). Dalam aksinya para mahasiswa menagih janji Jokowi dan segera dilaksanakan sidang rakyat untuk Jokowi - JK. AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Ratusan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Islam Indonesia (KMII) menyatakan akan menggeruduk Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/11) besok.

Unjuk rasa ini diadakan sebagai bentuk keprihatinan KMII atas kondisi bangsa dalam 3 tahun pemerintahan Jokowi-JK. Hal ini diungkapkan oleh salah satu perwakilan KMII, Ilman saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (14/11).

Baca Juga :  Setelah Istana, BEM SI Gruduk Kantor Luhut Tolak Reklamasi Dilanjutkan

“Yang dikerjakan pemerintahan Jokowi-JK hingga hari ini tidak sesuai dengan plan yang mereka buat sendiri dan cenderung lebih mengarah kepada program menaikkan popularitas semata,” kata Ilman.

Ilman membantah jika tema dalam unjuk rasa ini dianggap basi lantaran peringatan 3 tahun pemerintahan Jokowi-JK telah lewat.

“Karena hari ini di Jakarta, kritik terhadap 3 tahun pemerintahan hanya ada satu gelombang, yaitu unjuk rasa yang diadakan BEM SI, selebihnya hanya diam,” tegasnya.

Baca Juga :  BEM SI: Jokowi adalah Rezim yang Anti Demokrasi

Sebagaimana diketahui, unjuk rasa BEM SI dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pada 20 Oktober 2017 lalu, memang menjadi satu-satunya unjuk rasa dengan skala besar yang mengevaluasi 3 tahun pemerintahan Jokowi-JK.

“Hari ini pergerakan itu buntu, jadi harus ada penggedor ke istana,” tutup Ilman.

Ilman menambahkan, unjuk rasa ini KMII memiliki empat tuntutan, yaitu

Baca Juga :  Calon Independen Bukan Berarti Deparpolisasi

1. Meminta Presiden RI untuk segera mereshuffle sejumlah menteri yang dinilai kurang produktif dalam susunan kabinet Jokowi-JK di antaranya Menko Maritim; Menteri KLH; Menteri Keuangan; Menko Polhukam; Menteri Pemuda dan Olahraga; Menteri BUMN; Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayan; dan Menteri Pertanian.

(Nebby)