Jakarta, Aktual.com – Realisasi program BBM satu harga masih jauh dari target pencapaian. Untuk tahun ini, dari target 54 titik, hingga per Juni baru mencapai 21 titik. Sedangkan target keseluruhan hingga 2019 diharapkan mencapai 150 titik lembaga penyalur.

Adapun peta-nya masing-masing sebanyak 54 titik pada 2017, 50 titik 2018 dan 46 titik pada tahun 2019 dengan estimasi penyaluran BBM di daerah-daerah target program BBM satu harga akan mencapai sekitar 215 ribu KL pada 2017 dan menjadi 580 ribu KL pada 2019.

“Hingga akhir Juni lalu realisasi pengoperasian lembaga penyalur BBM Satu Harga di seluruh Indonesia mencapai 21 titik di daerah-daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito yang diterima Aktual.com, Senin (17/7).

Adiatma mengungkapkan, proses pemetaan hingga terealisasinya BBM satu harga di suatu wilayah memang memerlukan waktu karena setelah lokasi ditetapkan. Pertamina perlu melakukan survei transportasi BBM, menggandeng investor lokal, pembangunan inftrastruktur hingga akhirnya lembaga penyalur berupa Agen Premium Minyak dan Solar di wilayah yang menjadi sasaran BBM Satu Harga beroperasi.

Pada bulan Juli ini Pertamina berharap terjadi penambahan sebanyak empat titik, sehingga jumlahnya menjadi 25 titik BBM Satu harga.

(Wisnu)