Jakarta, Aktual.com – PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) dan anak usahanya PT Narindo Solusi Komunikasi, memutuskan untuk menggandeng PT Pos Indonesia (Persero) untuk mengambil pasar bisnis jasa kurir yang sejauh ini masih banyak terkendala rendahnya akses distribusi logistik.

Menurut Direktur Utama KIOS, Jasin Halim, pihaknya bekerjasama dengan Pos Indonesia dengan meluncurkan Kios-Pos yang menyediakan layanan pos, seperti jasa kurir maupun penjualan produk Pos Indonesia.

“Karena selama ini, distribusi logistik menjadi permasalahan di Indonesia,” ucap dia, di Jakarta, Selasa (13/2).

Jasin mengungkapkan, kerjasama ini sebagai upaya mengambil pasar distribusi logistik dengan memanfaatkan jasa layanan kurir Pos Indonesia. “Pengusaha mikro pemilik kios (Mitra Kioson) juga bisa menambah penghasilan dengan menyediakan layanan pos dengan pola Agenpos,” ujarnya.

Dengan demikian, dia menambahkan, Mitra Kioson yang sudah mencapai 30 ribu pihak itu akan masuk ke dalam sistem logistik Pos Indonesia, sehingga memudahkan konsumen e-commerce di daerah lapis kedua.

“Mitra Kioson bisa memanfaatkan kantor pos sebagai akses penambahan top-up center,” kata Jasin.

Melalui kerjasama ini, ujar Jasin, hingga akhir tahun ini Mitra Kioson akan mencapai 50 ribu pihak. “Kerjasama dengan Pos Indonesia ini sejalan dengan upaya menjembatani underserved market dengan dunia digital, sehingga kami bisa mendorong kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan berbasis digital,” paparnya.

Pihaknya menyediakan dana mencapai Rp100 miliar untuk kerja sama tersebut. “Kami anggarkan dananya dari kas perusahaan ya,” ungkap dia.

Di tempat yang sama, Direktur Informasi dan Teknologi Pos Indonesia, Charles Sitorus menambahkan, saat ini pemerintah mempercayakan perseroan untuk menjadi pemain utama di bisnis e-commerce Indonesia.

“Nantinya pada mitra kioson akan menjadi bagian dari sistem logistik Pos Indonesia, terutama pelanggan e-commerce. Sehingga, pelanggan e-commerce dari kota lapis kedua menjadi lebih mudah membeli barang,” kata Charles.

 

Busthomi

(Zaenal Arifin)