Jakarta, Aktual.com-Sedikitnya 40 orang tewas akibat musibah banjir dan tanah longsor yang terjadi di Nepal, Minggu (13/8). Selain itu musibah tersebut, memaksa ribuan orang lainnya mengungsi ke tempat aman di tengah musim hujan deras.

Banjir dan longsor sendiri telah menghancurkan sejumlah rumah dan infrastruktur di lebih dari 12 distrik Nepal sejak Jumat lalu. Bahkan beberapa orang nampak tengah memanjat pohon untuk menghindari arus banjir.

“Sejak Jumat, sedikitnya 40 orang tewas dalam banjir dan longsor,” ucap Jubir Kementerian Dalam Negeri Deepak Kafle kepada AFP, Minggu (13/8)..

“Tim penyelamat sedang bekerja keras di daerah terdampak bencana. Kami juga menyalurkan bantuan kepada para korban,” tambah dia.

Palang Merah sendiri menyebutkan korban tewas di Nepal sudah mencapai sedikitnya 53 orang, dengan puluhan lainnya terluka dan masih dinyatakan hilang.

Sementara di kawasan resor wisata di Sauraha, Chitwan, sejumlah hotel mengevakuasi para tamunya ke lantai yang lebih tinggi. Bahkan dengan menggunakan gajah seorang pemilik hotel memindahkan para turis ke jalan raya dan bandara agar dapat kembali ke Kathmandu.

Perdana Menteri Nepal Sher Bahadur Deuba mengatakan belasungkawa atas musibah ini dan meminta semua orang untuk tetap tenang.

“Saya sudah menginstruksikan otoritas terkait untuk menyelamatkan korban, memindahkan mereka ke lokasi aman dan segera salurkan bantuan. Empat agensi keamanan sudah bekerja,” kata Sher.

Sedikitnya 100 orang tewas tahun 2016 di Nepal di tengah musim penghujan, yang biasanya kerap terjadi di akhir Juni hingga Agustus.

Pekan lalu, dikabarkan sebanyak empat gadis dari satu keluarga tenggelam saat mereka terjatuh ke selokan yang dilanda banjir di Nepal.

Departemen Cuaca Nepal mengeluarkan peringatan terbaru jika hujan deras akan terus mengguyur negeri sampai Senin besok. Sejumlah distrik dianjurkan menutup sekolah, dan warga disarankan tetap berada di rumah masing-masing.

(Dedy Kusnaedi)
BAGIKAN