Manama, Aktual.com – Mayor Jenderal Keamanan Masyarakat Tariq Al-Hassan menyatakan Iran mendukung jaringan teror di Bahrain dan menyediakan untuk mereka amunisi serta peledak yang diselundupkan melalui perbatasan untuk menyebabkan kekacauan di negeri itu, Kamis (18/5).

Al-Hassan mengeluarkan pernyataan tersebut ketika berpidato dalam satu pertemuan mengenai ancaman Bahan Peledak Rakitan (IED), yang dihadiri oleh ahli dari negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk.

“Bahrain telah menderita akibat terorisme yang didukung oleh Iran selama beberapa dasawarsa,” kata Al-Hassan, sebagaimana dikutip Xinhua Jumat (19/5) malam.

Ia menyoroti keterlibatan personel Pengawal Revolusi Iran dalam perekrutan, pendanaan dan pelatihan anggota jaringan teror di Bahrain dan menyediakan buat mereka operasi logistik.

Sementara itu, Al-Hassan mengatakan lembaga keamanan telah berhasil melucuti sejumlah jaringan teror dan menggagalkan rencana pelaku teror untuk melakukan pemboman dan pembunuhan.

Pada Januari 2016, Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, setelah Arab Saudi memutuskan hubungan dengan Teheran di tengah kemarahan mengenai penghukuman mati seorang ulama Syiah oleh Riyadh.

Bahrain, yang secara resmi bernama Kerajaan Bahrain, adalah negara kecil Arab yang berbentuk kerajaan di Teluk. Bahrain berada dalam kelompok kepulauan antara Semenanjung Qatar dan berada di sebelah timur-laut pesisir Arab Saudi.

Bahrain, negara pulau yang berada di dekat pesisir barat Teluk di Timur Tengah, adalah kepulauan kecil yang berpusat di Pulau Bahrain, yang merupakan pulau terbesar di Bahrain.

Negara itu terletak hanya sekitar 23 kilometer di sebelah timur Arab Saudi, yang dihubungkan dengan Jembatan Raja Fahd, sedangkan Iran berjarak 200 kilometer ke utara dengan melintasi Teluk. (ant)

()