Warga memperlihatkan uang‎ rupiah baru di pusat perbelanjaan Blok M Square, Jakarta Selatan, Senin (19/12). BI mengeluarkan satu seri uang Rupiah Tahun Emisi (TE) 2016 yang terdiri dari 7 (tujuh) pecahan uang Rupiah Kertas dan 4 (empat) pecahan uang Rupiah Logam dimana uang baru tersebut akan dilengkapi dengan unsur pengamanan yang lebih kuat untuk menanggulangi peredaran uang palsu. AKTUAL/Tino Oktaviano

Batam, Aktual.com – Bank Indonesia Kepulauan Riau mengimbau masyarakat menukar uang pecahan kecil kebutuhan Lebaran 2018 di tempat-tempat resmi demi menghindari risiko uang palsu.

“BI selalu dan terus mengimbau masyarakat agar menukar uang di tempat-tempat penukaran resmi baik yang dilakukan oleh BI, perbankan maupun pihak lain yang ditunjuk oleh BI untuk menghindari risiko uang palsu,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Kepri, Gusti Raizal Eka Putra di Batam, Sabtu (26/5).

Penukaran uang di tempat resmi juga meminimalkan adanya selisih antara uang yang ditukar, karena tidak sengaja, maupun sengaja.

Pelaku penukaran uang biasanya mengambil untung dengan membuat selisih antara uang yang ditukar demi keuntungan, misalnya Rp100.000 ditukar dengan sembilan lembar pecahan Rp10.000. Padahal bila menukar di tempat resmi nilai uang dalam penukaran sama.

Ia mengatakan BI melakukan berbagai upaya untuk mendekatkan pelayanan penukaran uang kepada masyarakat. Di Batam, BI melakukan kas keliling ke pusat-pusat keramaian warga.

BI juga bekerja sama dengan 37 bank untuk memberikan layanan penukaran uang pecahan kecil.

“Di Batam akan ada 37 titik penukaran uang yang dilakukan oleh 37 Bank,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Gusti mengimbau masyarakat waspada dan berhati-hati dalam bertransaksi dengan menggunakan uang. Masyarakat diminta cermat dan teliti terhadap ciri keaslian uang Rupiah.

“Ingat 3D, Dilihat, Diraba, Diterawang,” kata dia.

Dan bila memungkinkan, masyarakay agar lebih mengutamakan penggunaan instrumen pembayaran non tunai.

BI juga mendorong masyarakat memperlakukan dan merawat Rupiah dengan baik melalui 5 jangan, jangan dicoret, jangan disetepler, jangan diremas, jangan dibasahi dan jangan dilipat.

Artikel ini ditulis oleh:

Reporter: Antara