Jakarta, Aktual.com – Syekh Ibnu Athaillah Assakandary berkata:

إِحَالَتُكَ الأَعْمَالِ عَلَى وُجُوْدِ الفَرَاغِ – مِنْ رُعُوْنَاتِ النًّفْسِ

Artinya: “Menunda melakukan sebuah pekerjaan sampai engkau memilki waktu yang luang adalah termasuk bagian dari kotornya jiwa”

Dalam hikmah ini, Syekh Ibnu Athaillah mengisyaratkan sebuah pesan penting bagi seorang salik untuk dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin dalam melakukan pekerjaan; entah itu pekerjaan yang bersifat duniawi apalagi urusan ukhrawi.

Baca Juga :  Badan Amal Muslim AS Berikan Beasiswa bagi Keluarga Muslim Kashmir

Terkadang, manusia memiliki kecendrungan untuk selalu menunda-nunda pekerjaan sampai pada batas waktu dimana pekerjaan tersebut sudah hampir jatuh tempo.

Ketika sudah pada menit-menit terakhir barulah kita mengerjakan hal tersebut, sehingga membuat pekerjaan tersebut menjadi tergesa-gesa. Hal seperti ini menurut Syekh Ibnu Athaillah termasuk dari kotornya kejiwaan kita.

Kita tidak mengetahui kapan ajal menjemput kita, sehingga hal apapun sebisa mungkin mestilah disegerakan, sehingga tidak terlupa atau bahkan terdahului oleh ajal itu sendiri.

Baca Juga :  Muhaimin Iskandar: Manajemen Haji Bisa Libatkan Dunia Islam

Kita ambil contoh. Membaca al-Qur’an atau menghadiri majlis-majlis ilmu misalnya, terkadang kita sering menunda-nunda melaksanakannya sehingga ada waktu luang yang kita miliki, padahal saat waktu luang itu datang belum tentu kita masih diberikan umur oleh Allah Swt.

Ibn Umar berkata : ” Jika engkau berada diwaktu petang, maka janganlah engkau menunggu pagi. Dan jika engkau berada diwaktu pagi janganlah engkau menunggu waktu petang . Gunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakit, Dan gunakanlah waktu hidupmu sebelum datang waktu matimu ”

Baca Juga :  Kisah Fatimah, Muslimah Soleha yang Ingin Menikahi Seorang Sufi

Laporan: Mabda Dzikara

(Andy Abdul Hamid)