Jakarta, Aktual.com – Syekh Ibnu Athaillah Assakandary berkata:

لَا تَطْلُبْ مِنْهُ أَنْ يُخْرِجَكَ مِنْ حَالِهِ ؛ لِيَسْتَعْمِلَكَ فِيْمَا سِوَاهَا ، فَلَوْ أَرَادَكَ – لَا سْتَعْمَلَكَ مِنْ غَيْرِ إِخْرَاجٍ

Artinya: “Janganlah engkau meminta Allah Swt. untuk dialihkan dari satu hal kepada hal yang lain. Sebab, jika Dia menghendakinya tentu Dia telah memindahkanmu, tanpa merubah keadaanmu yang lama.”

Allah Swt. Maha Mengetahui atas segala hal yang sedang dan akan terjadi dengan diri kita. Jika Allah Swt. telah menempatkan kita pada sebuah posisi, jalani hal itu dengan istiqomah dan jangan meminta-Nya untuk memindahkan kita kepada posisi lain.

Dalam hikmah ini, Ibnu Athaillah Assakandary sedang berbicara tentang profesionalitas kita dalam melakukan pekerjaan apapun yang Allah Swt. telah berikan kepada kita.

Tidak sedikit orang yang merasa tidak cocok pada posisinya, lalu ingin pindah pada sebuah usaha yang lain, dengan anggapan bahwa hal lain tersebut akan memberikan maslahat yang lebih untuk dirinya atau orang di sekelilingnya. Padahal, yang terjadi bisa sebaliknya.

Syekh Said Ramadhan al-Buthy dalam penjelasannya terkait hikmah ini mengatakan bahwa keinginan tersebut tidak benar. Beliau mencontohkan seperti seorang mahasiswa jurusan kedokteran yang ingin pindah ke jurusan syariah, karena merasa bahwa mempelajari ilmu syariah adalah lebih utama dibandingkan kedokteran. Padahal apa yang menjadi motivasinya mengambil jurusan kedokteran sudah begitu mulia, yaitu membantu orang yang sakit.

(Andy Abdul Hamid)