Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan menjawab pertanyaan wartawan seusai menemui Pimpinan KPK di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (7/1). Kedatangannya ke KPK guna membicarakan sejumlah hal seperti kerjasama antara pihaknya dengan KPK dan Dirjen Pajak perihal peningkatan pembayaran pajak, serta menyampaikan pesan Presiden Jokowi yang menyatakan komitmennya mendukung tugas KPK. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Jakarta, Aktual.com — Pemerintah merasa tidak takut menolak perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia, jika negosiasi dilakukan sebelum tahun 2019 atau waktu yang ditentukan.

“Soal masalah Freeport, kontrak 2021. Kesalahan kita ‘masuk angin’ sehingga main set kita bisa didikte. Jadi, tidak bisa. Kita hanya proses itu 2019. Kalau nggak bisa ya stop (Freeport), kita nggak perlu takut. Presiden juga tidak takut,” ujar Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Selasa (9/2)

Luhut menegaskan, secara pribadi dirinya tak takut dengan ancaman negara adikuasa (amerika Serikat) jika pemerintah tak memperpanjang kontrak Freeport di Indonesia. Meski belum melihat ada campur tangan asing, Luhut menekankan agar AS tak ikut campur urusan negara dalam menangani persoalan tersebut.

“Campur tangan asing saya tidak lihat ada campur tangan yang jelas. Saya nggak takut. Kita cukup kuat. Kita tidak pernah vokal beri penjelasan keluar‎ . Saya bicara ke dubes AS, kita berikan semua ini salahnya dimana. Disiplinnya mereka nggak ada. Saya bilang kalian jangan ikut campur,” cetusnya.

Luhut kembali menegaskan agar negara, khususnya pemerintah, berani menghadapi asing. Namun, negara juga harus menghormati perjanjian kontrak yang sudah menjadi kesepakatan bersama.

“Hadapi asing, tapi hormati setiap kontrak mereka juga harus,” jelas Luhut.

Artikel ini ditulis oleh: