Venezuela, Aktual.com – Dua siswa Venezuela dan satu personel Garda Nasional tewas, Rabu (19/4), setelah tertembak saat unjuk rasa berlangsung dalam rangka menentang Presiden Nicolas Maduro.

Insiden tersebut memperparah kekacauan pada saat krisis ekonomi melanda negara yang rentan itu.

Para penentang Maduro melakukan unjuk rasa besar-besaran di Karakas dan kota-kota lainnya dengan berjalan kaki. Mereka mengecam sang pemimpin Venezuela karena dianggap mengikis demokrasi dan membuat negara yang kaya akan minyak itu menjadi kacau.

Baca Juga :  Tewasnya Pratu Aspin Bukan Buntut Penyerangan Pos Polisi

Jumlah pengunjuk rasa mencapai ratusan ribu, termasuk para pendukung Maduro yang melakukan demonstrasi tandingan di ibu kota. Sejumlah bentrokan dilaporkan terjadi di berbagai wilayah selama demonstrasi paling besar sejak 2014 itu.

Presiden Maduro mengatakan bahwa, di bawah slogan damai, demonstrasi itu tak lain merupakan upaya kalangan oposisi untuk memicu kudeta dan mengakhiri paham sosialisme di Venezuela.

Baca Juga :  Dua Orang Meninggal Akibat Perahu Klotok Tenggelam

Pihak oposisi mengatakan Maduro telah berubah menjadi seorang diktator serta menuduh pemerintahannya memanfaatkan milisi untuk menyebarkan kekerasan dan ketakutan.

()