BAGIKAN
Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno jumpa pers di rumah kediaman, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (16/4). Prabowo mengucapkan selamat kepada Anies Baswedan dan Sandiaga Uno juga seluruh rakyat Jakarta dan partai yang telah mengusung Anies-Sandi di Pilkada DKI Jakarta. AKTUAL/Tino Oktaviano
Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno jumpa pers di rumah kediaman, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (16/4). Prabowo mengucapkan selamat kepada Anies Baswedan dan Sandiaga Uno juga seluruh rakyat Jakarta dan partai yang telah mengusung Anies-Sandi di Pilkada DKI Jakarta. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com-Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat harus mengakui keunggulanpasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI di putaran kedua yang diselenggarakan Rabu (19/4) yang lalu. Sesuai hasil hitung riil (real count) yang dikeluarkan oleh oleh Komisis Pemilihan Umum, pasangan Anies Baswedan- Sandiaga Uno berhasil mengalahkan Ahok-Djarot dengan selisih angka 15,9 persen.

Ahok-Djarot hanya meraih dukungan sekitar 42,05 persen atau 2.351.438 suara. Tentu saja jumlah ini mengalami penurunan ketimbang hasil Pilgub DKI putaran pertama yang mampu meraih 42,96 persen atau 2.357.785 suara.

Publik pun mempertanyakan penyebab tergerusnya suara Ahok-Djarot pada putaran kedua yang diduga disebabkan oleh sejumlah faktor.

Pengamat politik dari Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo pun menyebut jika kegagalan Ahok-Djarot menduduki kursi DKI 1 disebabkan oleh sejumah hal, salah satunya adanya proses migrasi para pendukung yang berasal massa mengambang (swing voters) yang mengalihkan dukungannya ke pasangan Anies-Sandi.

Isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) kata Karyono yang menyerang Ahok juga menjadi faktor yang juga menggerus suara masa mengambang.

Isu SARA kata Karyono memiliki pengaruh yang sangat dahsyat dan sangat sulit untuk dilawan, hal tersebut terbukti, jika isu itu mampu menurunkan elektabilitas pasangan Ahok-Djarot.

Jika dipandang dari tingkat kepuasan warga, mayoritas warga Jakarta puas dengan kinerja yang dilakukan oleh pasangan Ahok-Djarot.

(Dedy Kusnaedi)